Pages

  • Home
  • Contact
  • About

hallocal

Awali Dari Lokal

  • Home
  • Features
    • Culinary
    • Destination/Place
      • Restaurant
      • Hotel
      • Tourist Spot
    • Culture
    • Folktales
    • History
  • About us
  • Collab
  • Shop

Teman-teman Indonesia itu begitu kaya. Bukan hanya kaya dengan alamnya tetapi kuliner yang merupakan warisan dari kebudayaan sebagai warisan Nusantara. Hal tersebut menurut saya perludi jaga dan dilestarikan agar generasi selanjutnya tetap cinta dengan cemilan khas daerah dari Nusantara. 

Kali saya menyasikan teman-teman di The Learning Farm memasak aneka cemilan dari beberapa daerah di Nusantara. Teman-teman di The Learning Farm ini berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari sabang sampai Merauke. Dalam kesempatan kali ini ada siswa yang berasal dari Jawa Barat, Riau, Sumatera Utara dan Sulawesi yang membuat cemilan dari daerahnya masing-masing. Dari Jawa Barat ada yang membuat Cilok dan Kue Bugis, dari Riau membuat Roti Jale, dari Sumatera Utara membuat Kue Onde Singkong dan dari Sulawesi membuat Kue Barongko.


Barongko – Kelezatan Pisang Lembut dari Sulawesi Selatan

Barongko ini merupakan makanan tradisional khas Bugis–Makassar. Barongko berbahan dasar pisang yang dihaluskan lalu dicampur dengan telur, santan, gula, dan sedikit garam. Selanjutnya dibungkus menggunakan daun pisang dan dikukus hingga matang.

Teksturnya lembut dan rasanya manis gurih, mirip puding tradisional. Barongko sering disajikan pada acara adat Bugis, seperti pesta pernikahan atau syukuran. Selain lezat, hidangan ini juga kaya makna: melambangkan rasa syukur dan kebersamaan.


Onde-onde Singkong – Jajanan Manis dari Sumatera Utara

Onde satu ini berbeda dari onde-onde biasa yang menggunakan tepung ketan. Onde-onde singkong ini menggunakan parutan singkong sebagai bahan dasarnya. Adonannya dibentuk bulat, diisi dengan gula merah cair atau kelapa manis, kemudian dikukus hingga matang. Selain dikukus bisa juga direbus. Setelah matang ditiriskan dan dibalut oleh parutan kelapa. 

Rasa gurih singkongdibalut parutan kelapa yang dipadukan dengan rasa manis dari gula merah di dalamnya. Cemilan ini masih populer populer  dan banyak ditemukan di pasar-pasar tradisional Sumatera Utara.


Cilok Bumbu Kacang – Camilan Gurih dari Jawa Bara

Siapa yang tak kenal Cilok? Makanan khas Jawa Barat ini terbuat dari tepung tapioka yang dicampur dengan bumbu sederhana, dibentuk bulat seperti bakso, lalu direbus.

Yang membuat cilok istimewa adalah bumbu kacangnya yang gurih dan pedas manis. Biasanya dijual oleh pedagang kaki lima, cilok menjadi simbol jajanan rakyat yang murah meriah dan digemari semua kalangan. Kini, variasinya makin beragam: ada cilok isi daging, keju, hingga pedas level tinggi.


Kue Bugis – Manis Legit dari Jawa Barat

Meski bernama “Bugis”, kue bugis populer di banyak daerah, termasuk Jawa Barat. Kue ini terbuat dari tepung ketan yang diisi dengan kelapa parut dan gula merah, dibungkus daun pisang, lalu dikukus.

Rasanya manis, lembut, dan beraroma harum daun pisang. Bentuknya kecil mungil, sering hadir di acara hajatan atau dijadikan kudapan sore hari. Kue bugis juga dikenal dengan nama “onde-onde bugis” di beberapa daerah.


Roti Jala – Kuliner Unik dari Riau

Roti Jala adalah makanan khas Melayu Riau yang sering disajikan bersama kari ayam atau daging. Dinamakan “jala” karena bentuknya menyerupai jala ikan, dibuat dari adonan tepung terigu, santan, dan telur yang dituangkan melalui cetakan khusus di atas wajan panas.

Rasanya gurih lembut, berpadu sempurna dengan kuah kari yang kaya rempah. Roti jala mencerminkan perpaduan budaya Melayu dan India yang pernah berkembang di wilayah pesisir Sumatera.


Penutup

Lima makanan khas di atas membuktikan bahwa kuliner Nusantara tak hanya lezat, tetapi juga sarat makna budaya. Dari Barongko lembut khas Sulawesi hingga Roti Jala gurih dari Riau, setiap suapan adalah perjalanan rasa yang menghubungkan kita dengan kekayaan tradisi Indonesia.


0
Share


Berpetualang di alam bebas—entah itu mendaki gunung, camping, atau jelajah hutan—memang menyenangkan. Namun, banyak orang lupa bahwa keselamatan adalah hal paling penting dalam setiap perjalanan. Petualangan yang seru akan berubah menjadi pengalaman buruk jika kita tidak mempersiapkan diri dan peralatan dengan baik.

Agar aktivitas outdoor kamu aman, nyaman, dan tetap menyenangkan, berikut beberapa tips penting berpetualang dengan aman dan cara menggunakan peralatan outdoor dengan benar.


Rencanakan Petualanganmu dengan Matang

Sebelum berangkat, pastikan kamu sudah memahami medan dan cuaca lokasi tujuan. Baca peta jalur, cek kondisi cuaca terkini, dan siapkan rencana darurat. Hal-hal tersebut dibuatkan daftar agar menjadi perhatian yang cukup serius. Daftar yang bisa disusun sebelum berangkat antara lain; tentukan tujuan dan durasi petualangan. Selanjutnya memberikan informasi rencana perjalanan kepada keluarga atau teman. Hal yang terpinng juga adalah memepersiapkan kondisi diri seperti kondisi tubuh dan stamina. Jangan lupa juga prakiraan cuaca setidaknya 2–3 hari sebelum berangka masuk ke dalam cek yang akan diperhatikan. 

Gunakan Peralatan yang Sesuai dan Berkualitas

Peralatan outdoor bukan sekadar gaya tetapi hal ini merupakan bagian dari alat keselamatan. Pastikan semua peralatan dan perlengkapan yang kamu bawa sesuai kebutuhan dan dalam kondisi baik. 

Peralatan dasar yang wajib dibawa antara lain sepatu hiking atau trekking dengan sol anti-slip. Jangan pernah coba-coba untuk menggunakan sandal. Hal ini demi alasan keamanan. Tas ransel outdoor yang ergonomis dan tahan air. Hal ini berpengaruh terhadap kenyamanan dalam membawa beban yang dibawa selama perjalanan. Gunakan jaket windproof dan persiapan raincoat jika seaktu-waktu hujan turun. Jika kamu merencanakan untuk menginap pastikan membawa tenda atau flysheet. Headlamp atau senter dengan baterai cadangan juga perlu disiapkan. Kompas atau GPS jika diperlukan. 

Sebelum berangkat, uji semua peralatan di rumah. Misalnya, pasang tenda di halaman untuk memastikan semua bagian lengkap dan mudah digunakan.


Pahami Cara Menggunakan Alat Outdoor dengan Aman

Banyak kecelakaan terjadi karena pengguna tidak tahu cara memakai alatnya. Jangan hanya membawa peralatan keren tetapi juga pelajari cara penggunaannya. Kamu perlu menguasai cara menyalakan kompor portable dengan aman. Teknik dasar membuat api unggun tanpa merusak lingkungan juga perlu kamu kuasai. Tapi harus dipastikan bahwa di area tersebut memang betul-betul diperbolehkan untuk menyalakan api unggun. Cara menggunakan pisau outdoor atau multitool dengan benar. Serta mengetahui batas kapasitas beban tas agar tidak cedera punggung dan nyaman ketika perjalanan.

Siapkan Diri untuk Kondisi Darurat

Cuaca di alam sering tak terduga. Hujan tiba-tiba, kabut tebal, atau cedera ringan bisa terjadi kapan saja. Maka dari itu kamu harus siap dengan hal itu. Selalu bawa peralatan darurat dan pelajari cara menggunakannya. Perlengkapan darurat wajib seperti; P3K (plester, antiseptik, perban, obat nyeri, dll.), emergency blanket, peluit darurat, korek api tahan air, Power bank dan ponsel cadangan. Simpan perlengkapan darurat di tempat yang mudah dijangkau dalam tas.

Jaga Lingkungan Alam

Keselamatan bukan hanya soal diri sendiri, tapi juga bagaimana kita menjaga alam tetap aman dan lestari. Gunakan prinsip “Leave No Trace” — jangan tinggalkan sampah, jangan merusak tanaman, dan hormati satwa liar.

Ada beberapa prinsip dasar yang harus kamu ketahui dan lakukan. Pertama, bawa pulang semua sampah. Tentunya ketika melakukan kegiatan petualangan pasti membawa barang atau bahan makanan yang menghasilkan sampah. Contohnya adalah kemasan, penting sekali kita bisa membawa kembali sampah yang kita hasilkan. Selanjutnya hal dasar yang juga perlu kamu terapkan adalah jangan memetik tanaman liar apalagi tanaman yang dilindungi. Juga yang harus diperhatikan adalah untuk menghindari hindari membuat api unggun besar di area sensitif, Terlebih lagi jika ada larangan untuk membuat api unggun. Dan terakhir yang juga sangat penting adalah gunakan jalur resmi. Jika menggunakan jalur resmi tentu juga kita akan terregistrasi oleh petugas. Dan hal tersebut sangat penting selain untuk keselamtan diri kita juga sebagai bagian dari kepatuhan terhadap aturan demi terwujudnya ketertiban. 

“Petualangan yang baik adalah yang bisa kamu ceritakan kembali — bukan yang harus diselamatkan orang lain.”

Kesimpulan

Petualangan sejati bukan hanya tentang sampai ke puncak atau tujuan yang ingin dituju, tetapi bagaimana kita menikmati perjalanan dengan aman dan bertanggung jawab. Dengan peralatan yang tepat, pengetahuan dasar, dan sikap peduli terhadap alam, kamu bisa menjelajahi keindahan alam Indonesia tanpa khawatir.


0
Share

Jawa Barat dikenal memiliki panorama alam yang luar biasa: pegunungan, lembah, dan udara sejuk yang menyegarkan. Tak heran jika wilayah ini jadi surga bagi para pecinta alam dan pendaki gunung. Tapi, bagaimana jika kamu baru pertama kali ingin mencoba hiking? Jangan khawatir — di Jawa Barat ada banyak jalur hiking cantik yang cocok untuk pendaki pemula.

5 Rekomendasi Jalur Hiking Terbaik

Berikut 5 rekomendasi jalur hiking terbaik yang bisa kamu coba tanpa perlu pengalaman mendaki yang tinggi. 


1. Gunung Batu, Lembang

Lokasi: Lembang, Kabupaten Bandung Barat
Ketinggian: ± 1.335 mdpl
Durasi Pendakian: 30–45 menit

Gunung Batu jadi pilihan favorit para pendaki pemula karena treknya pendek namun menyuguhkan panorama luar biasa. Dari puncaknya, kamu bisa menikmati pemandangan Gunung Tangkuban Perahu, Gunung Putri, dan hamparan hijau Lembang yang memesona. Jalurnya cukup menanjak di beberapa titik, tapi masih sangat aman untuk pendaki baru.

Tips: Datanglah pagi hari agar bisa menikmati sunrise di puncak — cahaya keemasannya luar biasa indah!


2. Bukit Moko, Bandung

Lokasi: Cimenyan, Bandung
Ketinggian: ± 1.500 mdpl
Durasi Pendakian: 1 jam

Bukit Moko adalah tempat terbaik untuk menikmati pemandangan “lautan lampu” Kota Bandung di malam hari. Trek menuju Bukit Moko bisa ditempuh dengan jalan kaki dari area Caringin Tilu, dan jalannya relatif landai. Selain mendaki, kamu juga bisa camping di Puncak Bintang — tempat favorit untuk foto-foto dan bersantai di bawah langit penuh bintang.

Tips: Bawa jaket tebal, karena suhu malam di sini bisa turun drastis.


3. Gunung Papandayan (Trek Pendek ke Kawah)

Lokasi: Garut, Jawa Barat
Ketinggian: ± 2.665 mdpl
Durasi Pendakian Ringan: 1–2 jam (ke area kawah)

Walau Gunung Papandayan dikenal sebagai gunung aktif, jalur menuju area kawahnya ramah untuk pemula. Kamu bisa menikmati pemandangan kawah aktif, padang edelweiss di Tegal Alun, dan hamparan hutan mati yang ikonik. Jalur lebar dan teratur membuatnya aman bahkan bagi pendaki pertama kali.

Tips: Jika kamu ingin pengalaman lebih lengkap, coba bermalam di camping ground Pondok Saladah.


4. Gunung Putri, Lembang

Lokasi: Jayagiri, Lembang
Ketinggian: ± 1.587 mdpl
Durasi Pendakian: 45 menit – 1 jam

Gunung Putri adalah alternatif terbaik untuk kamu yang ingin hiking ringan tapi tetap menantang. Jalur menanjak di awal, namun setelah itu cukup landai. Dari puncak, terlihat pemandangan indah Lembang dan Gunung Tangkuban Perahu di kejauhan. Cocok untuk hiking pagi sambil olahraga dan menikmati udara segar.

Tips: Gunung Putri juga punya area camping kecil — ideal buat kamu yang ingin mencoba camping pertama kali.


5. Gunung Puntang, Banjaran

Lokasi: Kabupaten Bandung
Ketinggian: ± 2.223 mdpl
Durasi Pendakian: 1–2 jam (menuju Curug Siliwangi / area bawah)

Gunung Puntang menawarkan kombinasi antara sejarah, alam, dan petualangan ringan. Di kaki gunung ini terdapat bekas peninggalan stasiun radio Belanda dan air terjun cantik yang mudah dijangkau. Jalur ke Curug Siliwangi cocok untuk pemula karena tidak terlalu curam, namun tetap memberi pengalaman hiking yang menyenangkan.

Tips: Kunjungi pagi hari agar bisa menikmati udara segar dan suara alam yang menenangkan.


Kesimpulan

Kegiatan hiking tidak selalu harus berat dan melelahkan. Lima destinasi di atas adalah bukti bahwa kamu bisa menikmati keindahan alam Jawa Barat tanpa perlu menjadi pendaki profesional. Selain melatih fisik, hiking juga membantu menenangkan pikiran dan mempererat hubungan dengan alam.

Jadi, tunggu apa lagi? Siapkan sepatu hiking, bawa air minum, dan nikmati keindahan alam Jawa Barat dari ketinggian! 



0
Share

Gunung Gede adalah bagian dari Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Gunung Gede ini terletak di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Secara wilayah Gunung Gede berada ditiga kabupaten yaitu, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Bogor. Dan tentunya Gunung Gede ini merupakan salah satu gunung yang sangat populer dikalangan pendaki gunung.

Saat ini Gunung Gede masih berstatus gunung berapi aktif dengan ketinggian 2.958 meter di atas permukaan laut. Hutan Gunung Gede adalah salah satu hutan hujan tropis yang terletak di kawasan Taman Nasional Gede Pangrango, Jawa Barat, Indonesia. Hutan ini memiliki beberapa karakteristik yang unik dan penting bagi keseimbangan eskosistem. Hutan Gunung Gede adalah contoh hutan hujan tropis yang lebat dan indah, dengan berbagai jenis tanaman dan hewan yang hidup di dalamnya. 

Jika kamu pernah masuk ke kawasan hutan Gunung Gede kamu bisa melihat bagaimana tingkat kerapatan hutannya. Serta juga bisa melihat pohon-pohon tinggi menjulang. Dan tidak jarang juga banyak juntaian bagian pohon yang menjuntai ke permukaan tanah. Mirip sekali dengan tali yang digunakan dalam film Tarzan.

Gunung Gede memiliki banyak sekali pohon endemik yang tumbuh di hutannya yang tropis. Jika kamu juga pernah mendaki Gunung Gede, pasti pernah menjumpai pohon Seperti Rasamala ataupun Jamuju di beberapa titik jalur pendakian. Berikut ini merupakan pohon endemik yang ada di hutan Gunung Gede yang sangat mungkin kamu jumpai jika masuk ke Kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

1. Puspa

Pohon Puspa atau dalam bahasa latin disebut Schima wallichii adalah jenis pohon yang terdapat di hutan hujan tropis di Indonesia, termasuk di Gunung Gede. Pohon ini memiliki beberapa karakteristik yang unik. 

Pohon Puspa dapat tumbuh hingga ketinggian 40 meter dengan diameter batang bisa mencapai 1 meter. Bisa tumbuh diketinggian 500-2000 MDPL. Daun Puspa berbentuk oval dengan ujung yang runcing dan memiliki panjang sekitar 10-20 cm. Pohon Puspa memiliki bunga berwarna putih dan berbentuk seperti bintang dengan diameter sekitar 5-7 cm. Bunga tersebut menjadi buah Puspa yang memiliki bentuk seperti kapsul dengan panjang sekitar 5-7 cm dan mengandung banyak biji. Buah Puspa ini merupakan salah satu primata yang hidup di hutan Gunung Gede. 

2. Jamuju

Pohon Jamuju atau Dacrycarpus imbricatus adalah salah satu jenis pohon endemik yang terdapat di Gunung Gede. Batangnya kokoh, besar, tinggi menjulang. Pertama kali saya menemukan pohon ini ketika di kaki Gunung Gede, Hutan Ciboda, di dekat jalur pendakian.

Pohon Jamuju bisa tumbuh hingga ketinggian 50 meter. Diameter batangnya bisa mencapai hingga 1,5 meter. Bisa dibayangkan seberapa besar tinggi dan kokohnya. Untuk daun Jamuju berbentuk seperti jarum dengan panjang sekitar 5-10 cm. Saya jadi teringat pohon-pohon subtropis seperi di Amerika atau Eropa yang memiliki bentuk daun jarum.

Bunga Jamuju berwarna kuning dan berbentuk seperti kerucut dengan diameter sekitar 5-7 cm.
Jamuju juga memiliki buah yang berbentuk seperti kon dengan panjang sekitar 5-7 cm. Selain di Hutan Gunung Gede, Jamuju ini juga bisa dijumpai di beberapa gunung di Nusantara seperti Gunung Ciremai. 

3. Rasamala

Pohon Rasamala (Altingia excelsa) adalah salah satu jenis pohon asli Indonesia yang banyak ditemukan di hutan-hutan pegunungan, terutama di Pulau Jawa. Pohon ini cukup terkenal karena ukurannya yang besar dan tinggi menjulang, sehingga sering menjadi penanda hutan hujan tropis pegunungan. 

Pohon Rasamala memliki nama Altingia excelsa. Termasuk kedalam famili Hamamelidaceae. Pohon Rasamala ini bisa mencapai 40–60 meter dengan diameter batang hingga hingga 2 meter. Bentuk daun Rasamala berbentuk lonjong, hijau mengilap, tepi daunya sedikit bergerigi. Ketika berbunga Rasamala memiliki bunga yang kecil, berwarna kemerahan, tumbuh dalam kelompok.

4. Pasang

Pohon Pasang adalah salah satu jenis pohon khas hutan tropis pegunungan di Jawa, terutama di Jawa Barat. Pohon ini sering tumbuh berdampingan dengan rasamala dan merupakan bagian penting dari ekosistem hutan. Pasang memiliki nama ilmiah Quercus sundaica, termasuk dalam marga Quercus, yaitu suku pohon ek/jati belanda. 

Pohon pasang adalah salah satu pohon ek tropis; jika di Eropa ada oak tree (Quercus robur), maka di Jawa ada Quercus sundaica. Keberadaan pohon ini penting sebagai penanda ekosistem hutan pegunungan yang sehat.

0
Share



Sunda, merupakan salah satu suku terbesar di Indonesia yang mendiami wilayah Jawa Barat dan Banten. Sunda memiliki kekayaan kuliner yang terkenal akan kesegaran, kesederhanaan, dan kelezatannya. Cita rasa makanan khas Sunda biasanya identik dengan rasa gurih, pedas, dan segar karena banyak menggunakan bahan-bahan alami seperti sayuran, rempah, serta sambal. Berikut ini  beberapa makanan khas Sunda yang populer dan sering menjadi favorit banyak orang.

1. Nasi Timbel

Nasi timbel adalah nasi putih yang dibungkus dengan daun pisang sehingga menghasilkan aroma wangi khas. Biasanya disajikan bersama lauk seperti ayam goreng, tahu, tempe, ikan asin, lalapan, dan sambal terasi. Nasi timbel mencerminkan filosofi kesederhanaan dan kebersamaan dalam budaya Sunda.

2. Sayur Asem

Sayur asem merupakan sup sayuran dengan kuah bening bercita rasa asam segar. Isinya beragam, mulai dari kacang panjang, melinjo, labu siam, jagung, hingga kacang tanah. Hidangan ini cocok disantap dengan nasi hangat dan sambal.

3. Karedok

Karedok adalah salad tradisional khas Sunda yang menggunakan sayuran mentah seperti kacang panjang, kol, tauge, dan timun, disiram dengan bumbu kacang yang gurih dan pedas. Hidangan ini menjadi simbol kesegaran serta kecintaan orang Sunda pada alam.

4. Lotek

Sekilas mirip dengan gado-gado, lotek menggunakan sayuran rebus yang disiram dengan bumbu kacang manis pedas, ditambah dengan kencur sebagai ciri khasnya. Rasanya lebih kuat dibandingkan karedok karena sayurnya direbus.

5. Soto Bandung

Berbeda dengan soto daerah lain, soto Bandung memiliki kuah bening dengan isi utama daging sapi dan lobak. Rasanya gurih, segar, dan sering disajikan dengan tambahan kacang kedelai goreng.

6. Pepes Ikan

Pepes merupakan teknik memasak khas Sunda, yaitu membungkus ikan atau daging dengan daun pisang lalu dikukus atau dibakar. Pepes ikan mas atau pepes peda adalah yang paling populer, dengan bumbu rempah yang meresap sempurna.

7. Nasi Liwet Sunda

Nasi liwet adalah nasi gurih yang dimasak dengan santan dan bumbu rempah. Biasanya disajikan dalam acara kebersamaan, lengkap dengan ayam goreng, ikan asin, tahu, tempe, sambal, dan lalapan. Filosofi nasi liwet adalah tentang kebersamaan dan rasa syukur.

8. Lalapan dan Sambal

Tidak lengkap berbicara tentang makanan Sunda tanpa lalapan. Aneka sayuran segar seperti kemangi, mentimun, kol, dan selada disajikan mentah bersama sambal pedas. Perpaduan sederhana ini menjadi ciri khas kuliner Sunda yang segar dan sehat.

Penutup

Makanan khas Sunda tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga mengajarkan tentang kesederhanaan, kealamian, dan kebersamaan. Dari nasi timbel hingga karedok, setiap hidangan menghadirkan kekayaan rasa yang merefleksikan budaya Sunda yang ramah dan mencintai alam.

0
Share

Rumah akan beda suasanya jika ditambah dengan tanaman hias. Tanaman hias banyak sekali yang memiliki manfaat tertentu jika kita simpan di dalam ruangan. Beberapa tanaman ini bisa kamu simpan dan rawat untuk menghiasi serta menebar manfaat di rumah.

1. Lidah Buaya

Lidah Buaya, memiliki nama latin Aloe vera. Tanaman ini merupakan salah satu tanaman hias yang bisa disampan di dalam ruangan. Lidah buaya memiliki daun yang tebal dan berdaging, sehingga dapat menyimpan air dan bertahan hidup dalam kondisi kering. Lidah buaya juga memiliki khasiat sebagai obat-obatan dan dapat membantu membersihkan udara dalam ruangan.

2. Sirih Gading


Tanaman yang kedua adalah Sirih Gading atau dalam nama latin disebut Epipremnum aureum. Tanaman ini memiliki daun yang indah dan dapat tumbuh dengan baik di dalam ruangan. Sirih gading juga dapat membantu membersihkan udara dalam ruangan dan menghilangkan racun-racun berbahaya. Sirih gading dipercaya efektif menyerap polutan di udara seperti formaldehida, xylene, dan benzena.

3. Bunga Lavender


Bunga Lavender memiliki nama latin Lavandula angustifolia. Tanaman ini memiliki bunga yang indah dan dapat membantu membersihkan udara dalam ruangan. Bunga lavender juga memiliki khasiat sebagai obat-obatan dan dapat membantu mengurangi stres dan kecemasan.

4. Tanaman Pakis

Tanaman Pakis atau Nephrolepis exaltata dalam bahasa latin. Tanaman ini memiliki daun yang indah dan dapat tumbuh dengan baik di dalam ruangan. Salah satunya tanaman pakis yang bagus di tanam di dalam ruangan adalah Pakis Boston. Tanaman pakis juga dapat membantu membersihkan udara dalam ruangan dan menghilangkan racun-racun berbahaya.

Perlu diingat juga bahwa semua tanaman memerlukan perawatan yang tepat. Hal tersebut seperti penyiraman, pemupukan, dan pemberian cahaya yang cukup. Pastikan teman-teman memilih tanaman yang sesuai dengan kondisi ruangan dan perawatan yang bisa teman-teman berikan.

0
Share

Sore itu sendu, khas cuaca di bulan november. Saya mampir di Sonda Saji, tempat ngopi baru di Cipanas. Meski tempat ngopi, saya tidak pesan kopi saat itu. Saya pesan Putu Ayu. Ini bukan putu ayu makanan, tapi minuman.

Putu Ayu, setau saya itu makanan tradisional. Makanan yang bisa saya temui di acara hajatan atau di pasar sebagai jajanan. Warnanya hijau, dibagian atasnya dihiasi kelapa muda parut berwarna putih. Jadi warna dari makanan Putu Ayu ini hijau dan putih. Dulu sering sekali kalau ada acara di rumah ibu saya buat makanan tradisional satu ini. Ataupun saudara yang mau mengadakan acara di rumahnya seperti selamatan pasti membuat putu ayu.

Putu Ayu di Sonda Saji. Warnanya hijau, bagian atasnya putih. Tapi tidak padat, cair mengikuti bentuk gelas. Tetesan embun menempel di bagian luar, terlihat menyegarkan. Saya tak ragu untuk memesan Putu Ayu yang dingin oleh es di sore yang sendu. Ketika melihat nama Putu ayu di daftar menu, sontak menggiring memori ke masa lalu. Sonda Saji membuat terobosan minuman dari makanan tradisional yang disajikan dalam bentuk minuman. 

Kayaknya minuman Putu Ayu di Sonda Saji mantap jika dipadukan dengan Putu Ayu asli yaitu makanan Putu Ayu. Seperti pertemuan antara masa lalu dan masa kini. 

Yang belum tahu, Sonda Saji tempat ngopi dekat SPBU Panyaweunyan, Ciherang.

0
Share

Lotek Bandung di Cianjur, Lokasi di Cugenang tidak jauh dari Bidang TNGGP

Hari Ahad (03/11) Kota Cianjur terasa panas. Dihari libur Cianjur ramai, apalagi dipusat-pusat keramaian seperti alun-alun Kota Cianjur di depan Mas Agung Cianjur dan area Ruko Jalan Mangunsarkoro (Tugu Tauco belok kanan dari arah Puncak.

Lotek Bandung di Cianjur

Sebelum ngadem sedikit ke arah Puncak, saya dan istri memutuskan untuk mampir di warung lotek yang ada di Cugenang, dekat Bidang TNNGGP. Lotek Bandung namanya, tapi ada di Cianjur. Warung lotek ini merupakan salah satu teempat favorit saya. Selain menyediakan lotek di warung ini juga bisa pesan karedok,  petis atau rujak. Di Cianjur biasa menyebut rujak itu dengan sebutan petis. Nah kalau karedok, itu mungkin dibeberapa tempat disebut juga gado-gado. 

Lotek dan Karedok

Perbedaan antara Lotek dengan Karedok terletak pada bahannya. Kalau bumbunya mah sama saja, yaitu bumbu kacang, cuma di karedok biasa ditambah cikur sedikit. Bahan Karedok itu terbuah dari sayuran yang masih mentah, seperti kol, bonteng alias timun, kacang panjang, terong dan lainnya. Sedangkan lotek, bahannya terbuat dari sayuran yang sudah di kukus atau dalam bahasa Sunda mah diseupan disebutnya. Jadi kol, kacang panjang, kangkung dan lainnya sudah dalam keadaan matang. Hanya saja tidak pakai terong ataupun bonteng.

Lotek Bandung di Cianjur
Lotek di warung Lotek Bandung, Cianjur satu piring full plus telur rebus

Lotek di sini tuh porsinya banyak, saya mah menyebutnya premium. Satu piring penuh. Selain sayuran dan juga kerupuk, loteknya juga ditambahkan telur rebus. Jadi sebenarnya cukup mengenyangkan untuk porsi sarapan ataupun makan siang mah. Saya kemarin sengaja tidak sarapan pagi dulu, jadi pas mampir sekalian sarapan  dan makan siang satukan, brunch dengan lotek. 

Saya pesan dua porsi lotek dan satu nasi. Setelah habis, perlu waktu untuk diam dulu sambil menunggu dicerna dahulu, sebenarnya kekenyangan jadi perlu waktu agar loteknya bergeser dulu di perut. 

Jadi menyantap Lotek Bandung di Cianjur menjadi cerita saya dan istri di hari ahad, sangat mengeyangkan sambil berceloteh tentang inspirasi "bagaimana kalau lotek menjadi menu diet". Sambil saya berujar "Makanan orang tua dahulu mah emang sehat-sehat". 

Memang cara dan gaya hidup orang tua jaman dahulu seperti patut untuk saya tiru lagi. Mulai dari cara masaknya sampai juga bungkusnya. Kalau saat ini orang-orang banyak yang berkampanye tentang makan sehat dan gerakan cinta lingkungan, ternyata orang tua jaman dulu sudah lebih dulu mengajarkan makanan sehat dan cinta lingkugan. Local wisdom, begitu katannya. 

0
Share

Makin ke sini Cipanas makin keren aja nih. Setidaknya jika kamu ke Cipanas kamu tidak perlu bingung untuk mencari tempat makan yang hits. Sebelumnya saya akan ceritakan beberapa tempat makan hits di Cipanas berdasarkan pandangan saya.

Tempat makan yang akan saya bahas di sini terdiri dari berbagai tempat makan dengan menu yang beragam. 


1. The Homemade Food

Menu-menu di The Homemade Food; Dimsum, Cibay, Kentang Goreng

Tempat yang pertama adalah The Homemade Food. Tempat yang satu ini memang membuat saya ketagihan untuk kembali makan di tempat ini. The Homemade Food menawarkan menu yang merupakan cemilan dan jajanan berupa olahan dari tapiokas seperti cibay, cireng dan lainnya. Namun selain itu juga menu lainnya seperti makanan berat dan serta cemilan makanan manis. 

Lokasinya memang agak tersembunyi layaknya hidden gem. Tapi meskipun begitu tempatnya tetap mudah ketemu meskipun kamu baru pertama kali berkunjung. Lokasinya berada di belakang Sate Sawargi tidak jauh dari Toserba Selamat Cipanas. 

Untuk harga menurut saya sangat terjangkau. Tentunya menu yang ditawarakan memang layak untuk dicoba dan membuat kamu ketagihan. 


2. Khaira D'Warung

Menu di Khaira D'Warung; Pisang Bakar dengan toping keju, cokelat dan stroberi

Buat kamu penyuka makanan Jepang dan Eskrim saya sarankan untuk berkunjung ke sini. Khaira D'Warung menawarkan menu ala-ala Jepang seperti Ramen dan juga Katsu. Menurut saya tempat makan satu ini merupakan salah satu tempat makan yang ngehits di Cipanas. 

Selain menu ala-ala Jepang menu yang menurut saya wajib dicoba di sini adalah Es Krim. Eskrim Khaira menurut saya menjadi salah satu menu khas di tempat makan ini. Manggo dan Banana Split juga  menu yang perlu kamu coba. Soal harga Khaira D'warung memiliki harga yang terjaungkau dengan makanan yang enak. 

Lokasinya kini berada di Ruko Cipanas di dekas Ganseha Operation Cipanas. 


3. Laluasa Coffee and Eatery

Kopi dan Artisan Tea di Laluasa


Buat kamu penyuka kopi, kamu wajib berkunjung ke Laluasa. Tenpat ini memang tempat wajib jika kamu mau ngopi di Cipanas. Tempatnya enak banget dan ada live musik di malam minggu (sabtu malam). 

Selain menu kopi banyak juga menu non kopi yang ditawarkan seperti mocktail dan juga artisan tea. Untuk menu makanan dan cemilan juga tersedia. Menu makanan yang kamu perlu coba di sini saya sarnkan untuk coba Mie Goreng Laluasa dan Nasi Bakarnya. Menurut saya mantap mantap betul. 

Laluasa berada di Pacet sebelum tugu Bubur Ayam Cianjur. Tidak jauh dari pusat oleh-oleh Okeke Cipanas. 


4. Alam Sunda

Sambal Dower Khas Alam Sunda

Nah tempat makan satu ini menurut saya tempat makan yang tidak pernah sepi. Cocok banget untuk acara makan keluarga ataupun makan sama teman-teman. Di Cipanas Alam Sunda ada beberapa Cabang. Di jalur Jalan Raya Cipanas ada Alam Sunda yang di Cipanas dan juga ada Alam Sunda yang di Pacet.

Kalau saya lebih sering makan di Alam Sunda Cipanas karena lokasinya lebih dekat dari tempat saya. Rasannya tidak ada bosan-bosannya makan di Alam Sunda. Khas dari Alam Sunda, Pertama cara milih menu makannya. Kita bisa leluasa pilih suka-suka kita. Kedua Lalapannya yang segar dan bisa nambah, termasuk air teh yang free refill. Tentunya cuma di alam sunda yang bisa bikin sambal sendiri sesuai racikan suka-suka kita selain ada sambal dower yang jadi ciri khas Alam Sunda.

Nah, itulah empat tempat makan hits di Cipanas versi saya. 

__________

Teman-teman saya suka mendokumentasikan aktivitas saya ketika berpergian dan memotret. Beberapa foto yang saya gunakan di sini saya juga upload di Shutterstok, bagi yang memerlukan foto-foto saya untuk keperluan komersil, editorial ataupun keperluan lain (yang tidak melanggar hukum) silakan bisa download di akun Shutterstock saya. 

Atau barangkali teman-teman ada yang tertarik untuk untuk menajdi kontributor silakan untuk daftar sebagai kontributor di Shutterstock. 

0
Share

Cipanas itu memiliki udara yang segar (mekipun kadang akhir-akhir ini terasa panas). Banyak orang-orang diakhir pekan yang datang untuk liburan ke Cipanas Puncak dan sekitarnya. Nah sebenernya tidak harus pas liburan untuk datang dan menikmasti udara yang segar di Cipanas. Kamu bisa datang ke Cipanas menikmati udara yang segar setiap hari meskipun di hari kerja.

Setelah pandemi bekerja dari rumah atau yang disebut work from home menjadi suatu kebiasan baru. Nah selain work from home ada juga yang disebut work from anyware (WFA). Atau istilah lainnya work from mana wae, 

Nah setidaknya ada beberapa tempat di Cipanas yang menurut saya cocok untuk dijadikan tempat WFA. Kamu hanya perlu siapkan alat tempurmu, seperti laptop/tablet, buku catatan dan alat tempur lain yang kamu perlukan sesuai kebutuhan. 

1. Sama Dengan Coffee, Cipanas Puncak

Salah satu menu di Sama Dengan Puncak Ciloto

Tempat satu ini memang rada tersenyembunyi. Ibarat Hidden Gem kalau kata anak muda jaman sekarang mah. Tepatnya berada di Ciloto persis di samping Hotel Aston Puncak. Tempatnya tidak terlihat dari jalan raya. Kita perlu masuk beberapa meter saja dari jalan Raya Puncak Cipanas. 

Patokannya Hotel Aston. Dari sana ada petunjuk yang mengarahkan kafenya. Tempatnya memang cocok untuk ngadem dan WFA. Tidak jauh dari jalan raya, tapi suasana tenangnya dapat.

2. Green Bee

Salah satu menu di Green Bee Cipanas

Green Bee ini merupakan tempat makan dengan menu makanan Korea. Sangat cocok buat kamu yang memang pengen nyoba makanan ala-ala Korea. Lokasinya berada di Jalan Raya Mariwati, Patokannya di dekat Green Apple dan SMK Sinar Parahyangan.

Tempatnya menyediakan juga tempat duduk lesehan. Jadi kalau lama-lama buka laptop dan selonjoran bisa metregangkan kaki selama WFA di sini.

3. Mamifokobo Cafe

Area kafe Mamifokobo

Makan Minum Foto-Foto Kongkong dan Bobo. Kurang lebih itulah kepanjangan dari Mamifokobo. Mamifokobo kini ada dua lokasi di Cipanas. Pertama ada yang di Puncak, Ciloto dan yang terbaru ada di Padarincang. Keduanya masih di sekitaran Cipanas. 

Tempat ini juga merupakan salah stu tempat yang menurut saya nyaman untuk dijadikan tempat WFA. Selain itu juga di sini ada hotelnya juga. Jadi kalau mau sekalian staycation Mamifoko cocok dijadikan pilihan.

4. Laluasa Coffee and Eatery

Laluasa sebelum ada pentaan ulang ruangan

Terkahir ada laluasa. Tempat yang satu ini tidak ada sepinya. Setiap saya ke sini pasti selalu ramai, apalagi kalau malam minggu, eh sabtu malam.

Laluasa terleka di Pacet, kalau dari pasar Cipanas tinggal melaju ke arah Cianjur kurang lebih 5 menit saja. Patokannya Tugu Bubur Ayam Cianjur atau Alam Sunda Pacet. Biasa buka mulai pagi hari dan tentunya cocok banget untuk cari inspirasi. 

Nah kurang lebih itu empat tempat yang menurut saya cocok untuk work from anywhere. Kalau ada lagi saya kasih tau lagi kemudian.

__________

Teman-teman saya suka mendokumentasikan aktivitas saya ketika berpergian dan memotret. Beberapa foto yang saya gunakan di sini saya juga upload di Shutterstok, bagi yang memerlukan foto-foto saya untuk keperluan komersil, editorial ataupun keperluan lain (yang tidak melanggar hukum) silakan bisa download di akun Shutterstock saya. 

Atau barangkali teman-teman ada yang tertarik untuk untuk menajdi kontributor silakan untuk daftar sebagai kontributor di Shutterstock. 

0
Share
Kantor Pos Indonesia, Sindanglaya

Kantor Post Pos Indonesia Cabang Sindanglaya. Ada juga yang menyebutnya sebagai Pos dan Giro. Ketika SMP,  biasa teman - teman menyebutnya P&G. Dengan ejaan bahasa Inggris, menjadi vi en ji. 

Tempat ini merupakan tempat strategis yang sering dijadikan meetpoint. Dulu saya selalu menjadikan tempat ini sebagai tempat janjian apabila mau kerja kelompok. Mungkin tempat ini juga dijadikan tempat janjian bukan hanya sama saya.

Kantor Pos satu ini saya rasa banyak menjadi cerita. Karena merupakan tempat yang ikonik dan strategis. Selain memang banyak membantu masyarakat untuk melayani surat menyurat, termasuk pengambilan kiriman uang. Apalagi ketika masa jaya-jayanya. 

Saat ini Kantor Pos ini masih berdiri, masih eksis menjadi bagian cerita warga. Dan tentunya Kantor Pos ini juga memeliki sejarah yang cukup panjang, bisa dilihat dari gaya bangunannya yang dipertahankan sampai sekarang. 

__________

Teman-teman saya suka mendokumentasikan aktivitas saya ketika berpergian dan memotret. Beberapa foto yang saya gunakan di sini saya juga upload di Shutterstok, bagi yang memerlukan foto-foto saya untuk keperluan komersil, editorial ataupun keperluan lain (yang tidak melanggar hukum) silakan bisa download di akun Shutterstock saya. 

Atau barangkali teman-teman ada yang tertarik untuk untuk menajdi kontributor silakan untuk daftar sebagai kontributor di Shutterstock. 

0
Share

Nah ini salah satu pilihan tujuan kuliner di Cipanas, Rumah Risol. Pertama kali saya coba makanan di sini sebenernya bukan risolnya. Tapi Bingso, Sejenis desert yang ada jeli, eskrim dan kuah yang manis.


Nah kemarin ceritanya dihari minggu (10/3) saya cari sarapan di Cipanas. Saya keluar agak siang sekitar jam 10 an. Saya sudah berencana untuk  sarapan bubur ayamdi Cipanas. Setelah saya keliling-keliling di Cipanas, saya tidak menemukan tuh bubur ayam. Antara usaha saya kurang maksimal, atau para pedagang bubur ayam sudah mudik sebelum puasa. Atau biasa jadi juga saya yang terlalu siang cari sarapannya.

Biasanya di deket jemabtan pasar Cipanas ada pedagang bubur ayam. Tetapi kemarin pasa saya cek tutup. Begitupun  di Indomaret dekat Hotel Puncak Mas dan di dekat bakso monggo mas gang beklon  juga biasanya ada, Kemarin sama sekali tidak ada. 

Akhirnya, saya putuskan untuk mampir ke Rumah Risol. Lumayan rada lemes, karena sudah menyiapkan perut untuk tetap kosong biar semangat makan bubur ayam. Tapi ternyata bubur ayamnya tidak ada. Jadinya sama pesan beberapa risol di rumah risol Cipanas. 

Rumah Risol Cipanas, meskipun namanya Rumah Risol tapi di sini kamu juga bisa pesan selain dari risol. jadi bukan sekedar risol. Kemarin saya pesan mie ayam, ubi manis isi yang dalamnya biasa pilih isi durian atau isi nangka. Terus saya pesan onde, dan pastel isi ayam, serta risol spesial. Berasa makan besar pokoknya. Nah di atas itu penampakan Risol dan Ubi Manis yang dalamnay ada isi nangka atau durian.


Yang atas ini isinya durian. Dan kalau yang bawah yang ubi dalamnya berwarna unngu isinya nangka. Saya termasuk penyuka makanan manis. Setiap tempat yang saya kunjungi untuk makan pasti saya pesan makanan manis jika memang ada. 

Bicara makanan manis, ada satu makanan yang juga kesukaan saya. Ladu dan dodol namanya. Dan sekarang Ladu ataupun dodol sudah bisa dipesan di marketplace. di Tokopedia salah satunnya.
Nah cokelat yang satu ini juga sedang ada promo nih. Tentunya pemesannya juga via Tokopedia. 

Untuk minumnya saya pesan Capucino Cingcau. Da pilihan minum lainnya juga di sini seeperti lemon tea, termasuk desert Bingso. Kali ini saya tidak pesan bingso. Rasanya cukup, jangan sampai pesan banyak tapi tidak termakan.

Lokasi Rumah Risol Cipanas ini berada di ruko dengan tempat parkir yang luas. disebelahnya ada Pribadi Cell juga Nice Soo. Saya biasanya parkir di sini meskipun ada keperluannya di seberangnya. jadi saya jalan kaki ke tempat lain dan parkir disekitaran ruko yang ada Rumah Risol ini. 

Kemarin saya mampir sekitar jam 10an pagi hari. Sudah buka di pagi hari dan ramai juga. mungkin karena wktu itu hari minggu. Nah baru saya tahu, saya kira tempat dine in itu hanya di lantai satu. Ternyata ada tempat mekan nya juga di lantai dua. Saya belum coba untuk tempat makan yang dilantai duanya. Kemarin saya makan dilantai 1 karenan memang tidak tahu kalau ada lantai dua. Nah besok besok harus coba untuk makan di lantai dua, ditemani risol dan Bingso tentunya. 

--------

Teman-teman saya suka mendokumentasikan aktivitas saya ketika berpergian dan memotret. Beberapa foto yang saya gunakan di sini saya juga upload di Shutterstok, bagi yang memerlukan foto-foto saya untuk keperluan komersil, editorial ataupun keperluan lain (yang tidak melanggar hukum) silakan bisa download di akun Shutterstock saya. 

Atau barangkali teman-teman ada yang tertarik untuk untuk menajdi kontributor silakan untuk daftar sebagai kontributor di Shutterstock. 

0
Share

Senin siang, saya dan teman-teman berangkat dari Cianjur menuju Bogor. Pas waktu makan siang, saya mampir ke tempat makan di daerah Bogor yang menunya menarik, unik dan tempatnya estetik.


Sebelumnya saya pernah mendengar tentang tempat yang satu ini dari teman. Katanya tempatnya estetik. Pensaran, kali ini saya langsung kunjungi tempatnya. Ngopi di Sawah nama tempatnya. 

Dari Jalan Raya Puncak - Bogor kita harus masuk dulu melalui jalan kecil. Tapi meskipun jalannya kecil mobil tetap bisa masuk dan terdapat parkiran yang luas di sekitar tempat makan. 

Kesan pertama yang saya rasakan adalah tempatnya yang benar-benar estetik. Turun dari tempat parkir langsung di sambut oleh petugas yang menyiapkan meja. Terdapat gapura yang mirip gapura yang biasa di lihat di Bali untuk menuju ke meja tempat kita makan. Diantara Gapura dan meja kita harus melewati jalan kayu ditengah sawah dengan sudut-sudut yang sangat cocok untuk dijadikan tempat berswafoto. 

Nah ini Gapura yang saya maksud. Jadi gapura ini posisinya lebih tinggi dari tempat kita makan. Dari sini kita jalan kaki di jembatan kayu yang kiri kanannya adalah sawah. Tenang, aman kok buat dilalui. Dan bahkan estetik untuk foto dulu ditengah-tengah sawah tersebut. 


Sampai di meja, kita sudah diinfo untuk duduk di meja nomor 17. Pas tadi masuk dan disambut petugas langsung ditanya berapa orang dan dikasih tahu nomor mejanya. Saya tertarik dengan mejanya. Terkesan klasik, tua dan buat saya hal itu mewah. Begitupun dengan bangunannya. Setiap blok memiliki nama yang berbdeda dengan gaya bangunan yang juga berbeda. Memang benar-benar estetik. Bukan hanya sawahnya yang estetik tetapi juga gaya bangunannya. 


Meja-meja yang tersedia kurang lebih seperti ini teman-teman. Dengan bangunan yang terbuat dari kayu. serta gaya bangunan yang beragam. Dan ini salah satu gaya bangunan yang ada di tempat makan Ngopi di Sawah. NYaman sekali kalau jalan-jalan semi outdoor seperti ini menggunakan kemeja. Saya biasa pakai kemeja flanel untuk kegiatan outdoor. Erigo salah satu brand lokal yang juga memiliki produk kemeja flanel yang cocok buat aktivitas outdoor. 

Lanjut saya dan teman-teman pesan makan. Cukup scan barcode kita bisa pesan dan checkout dari proses scan barcode tersebut. Buat saya cara pemesanan menu ini juga menarik, memudahkan bagi konsumen yang memerlukan waktu lama untuk memilih makanan tanpa harus ditunggu pelayan yang mencatat pesanan ketika memesan makanan. 


Saya pesan nasi goreng sawah. Saya juga pesan Es Cendol. Teman-teman memesan Mie Tek-tek Kuah, Kupat tahu Bandung. Minumannya pesan rambut Emas, Daun Padi, Senja di Sawah, dan Lutung Kasarung. Nama menu makannya ternyata memang tidak terlepas dari nama tempatnya, NGopi di Sawah. 

Soal rasa, jangan ditanya. Sesuai dengan namanya yang menarik dan unik serta tempat makannya yang estetik. Memang ga ada lawan kalau makan dan Nngopi di sawah. Terasa lebih nikmat. Yang penasaran bisa lihat-lihat dulu akun Instagramnya @ngopidi.sawah

--------

Teman-teman saya suka mendokumentasikan aktivitas saya ketika berpergian dan memotret. Beberapa foto yang saya gunakan di sini saya juga upload di Shutterstok, bagi yang memerlukan foto-foto saya untuk keperluan komersil, editorial ataupun keperluan lain (yang tidak melanggar hukum) silakan bisa download di akun Shutterstock saya. 

Atau barangkali teman-teman ada yang tertarik untuk untuk menajdi kontributor silakan untuk daftar sebagai kontributor di Shutterstock. 

0
Share

Sore-sore saya dan teman-teman mencoba untuk berkunjung dan mencicipi salah satu sate yang ramai di media sosial. Sebenarnya say sudah sering lewat di tempat sate yang satu ini. Selalu ramai, tapi saya belum pernah untuk mencobanya.

Akhirnya kali ini saya memutuskan untuk mencobanya. Sengaja menentukan waktu di seore hari biar vibes sore di Puncaknya berasa banget. 

Hal pertama yang bikin saya takjub adalah, ternyata tempat makan satenya ada dua tempat. Selama ini saya mengira tempat makannya itu di depan yang persis pinggir jalan. Di sana ada tempat pembakaran sate yang sering terlihat orang ngumpul banyak antri buat makan. Tapi trnyata, tempat makanya bukan hanya di sana aja. Di bagiann belakang ternyata ada tempat makan yang lebih luas lagi. 


Terus menunya yang ada bukan hanya sate. Ada menu pilihan lainnya yang juga tak kalah enak. Diantaranya ada Tongseng, Sop Kambing, juga nasi goreng. Kita pesan beberapa porsi Sate Kambing, Sop Kambing,  dan Tongseng Kambing. Nah agar kamu tetep tampil gaya pas kulineran meski dihadang asap dan panas coba deh produknya Kahf. Skincare khusus pria pertama asli produk Indonesia. 


Nah, sate di sini juga terbilang unik. Bentuknya beda dengan sate yang pernah saya makan ditempat lain. Potongan sate di sini tidak terlalu banyak. Tetapi potongan satenya cukup besar. nah di atas ini penampakan satenya teman-teman. Oia sate yang ada di sini juga bukan hany asate kambing. Ada juga menu sate ayam bagi yang datang ke sini rombongan kalau ternyata ada yang ga suka, bisa pesan sate ayam. berikut beberapa menu yang bisa dipilih. 


Soal rasa, jangan ditanya lagi. Saya suka Tongseng dan Sate Kambingnya. Bisa pesan nasi dan juga lontong. Disesuaikan dnegan selera kita. Selain itu bisa juga pilih menu tambahan lainnya seperti Karedok, tahu tempe dan juga lalaban. 

Nah di atas ini menu Tongseng Kambing yang tadi saya sebut. Dan juga saya coba Sop Kambingnya. Pedas dari ladanya terasa banget. Karena kemarin sore-sore nyobainnya jadi berasa tambah mantap.

Untuk lokasi rumah makan satenya itu ada di Hanjawar. Patokannya dari Jalan Raya Puncak - setelah Jembatan Cikundul belok kiri. Ada gapura Yon Armed 5 dan Klinik. Dari sana sudah keliatan kepulan asapnya. Dan Sate Hanjawar ini tidak buka cabang di manapun. Untuk akun Instagramnya bisa di follow @satehanjawar

Oia untuk waktu bukanya, saya tanya sama Akang yang melayani, katanya buka dari Jam 7 sampai jam 5 pagi. Memang luar biasa jam bukanya sate kambing yang sudah beroperasi dari tahun 1998 ini. Oia saya juga lihat ada pigura yang bertuliskan kalau Sate hanjawarkan dinobatkan sebagai tujuan wisata kuliner khas Cianjur oleh bupati Cianjur. 

--------

Teman-teman saya suka mendokumentasikan aktivitas saya ketika berpergian dan memotret. Beberapa foto yang saya gunakan di sini saya juga upload di Shutterstok, bagi yang memerlukan foto-foto saya untuk keperluan komersil, editorial ataupun keperluan lain (yang tidak melanggar hukum) silakan bisa download di akun Shutterstock saya. 

Atau barangkali teman-teman ada yang tertarik untuk untuk menajdi kontributor silakan untuk daftar sebagai kontributor di Shutterstock. 

2
Share

Gulma dalam kegiatan pertanian sering kali muncul dikebun. Tidak jarang gulma tersebut mengganggu pertumbuhan tanaman petani. Gulma biasanya dikendalikan dengan berbagai macam cara agar pertumbuhan tanaman bisa optimal. Nah salah satu cara mengendalikan gulma adalah dengan disiangi (eh ini bener ga ya nulisnya) atau dicabut. Tapi saya disklaimer dulu kalau istilah ini biasa digunakan di salah satu daerah yang mungkin berbeda di daerah lain. Dan kegiatan cabut gulmanya dilahan kering ya, bukan sawah. 

Di Sukatani dan di Sindangjaya yang merupakan daerah pertanian yang sangat produktif terdapat istilah lokal untuk mencabut gulma. Istilah tersebut berasal dari bahasa sunda dan menurust saya mah sangat spesifik. Kenapa saya menyebutnya spesifik, mari kita bahas.

1. Notogo

No-to-go. Notogo merupakan salah satu kegiatan menyiangi rumput atau gulma yang tumbuh di bedengan. Gulma biasa tumbuh bersamaan dengan tanaman yang ditanam dibedengan yang telah diolah. beberapa minggu kemudian gulma yang terdiri dari beberapa jenis rumput muncul dan subur bersaing dengan tanaman pak tani. 

Notogo sendiri merupakan istilah khusus untuk mencabut gulma yang masih kecil. Biasanya gulma yang dicabut memiliki tinggi kisaran 1-3 cm. Gulma ukuran tersebut biasa muncul berbarengan tumbuhnya tanaman yang ditanam secara tabela (tanam benih langsung). Bisa dibilang proses notogo ini merupakan proses yang cukup sulit. Disebut sulit karena harus bisa mencabut rumput yang masih kecil diantara tanaman sayuran yang juga masih kecil yang sedang bersaing tumbuh dengan gulma. 

Di saerah saya tinggal di Sukatani dan Sindangjaya, biasanya kalau tanam wortel, kailan, dan horenso banyak yang menggunakan sistem tabela. Dan para petani biasa menggabungkan ketiga jenis sayuran tersebut. jadi sekali tabela langsung menebarkan wortel, kalian dan jenis lainnya seperti horenso atau selada keriting sesuai dengan kreasi petani. Tentuna dengan memerhatikan daya tumbuh dan usia panen masing-masing jenis sayuran.

2. Ngoyos

Ngo-yos adalah itilah untuk mencabut gulma dimana ukuran gulmanya sudah cukup tinggi. Ada juga yang menyebutnya notogo dua kali. Kenapa disebut notogo dua kali karena ngoyos ini merupakan kegiatan mencabut kedua kalinya setelah pencabutan gulma yang pertama yaitu No-To-Go. 

Proses ngoyos ini lebih mudah daripada No-To-Go. Hal itu dikarenakan tanamanan yang ditanam pak tani biasnaya sudah lebih besar. Tinggi gulma di proses Ngo-Yos ini sekitar 5 cm. Dan rumput yang muncul biasanya jenis jukut amis (rumput manis) yang biasa diberikan untuk pakan kelinci. 

Jukut amis ini banyak tumbuh di bedengan atau di gawangan kebun petani. Tapi jenis rumput atau gulma satu ini tidak bandel. Saya sendiri suka merasakan kepuasan tersendiri jika mencabut rumput ini dan berhasil membersihkan bedengan baik. 

3. Ngaramas

Nga-ra-mas, berasal dari kata dasar ramas. Ngaramas masih merupakan kegaiatan mencabut gulma di bedengan, Namun pada proses ini gulmanya memliki ukuran yang lebih tinggi dari dua proses tadi. Biasanya ukuran gulma pada proses ini kira-kira lebih dari  20 cm. 

Proses ngaramas biasa dilakukan di jenis tanaman bawang daun, kadang juga di kebun brokoli, kol. Tapi banyaknya di kebun bawang daun. Rumput biasanya bisa tumbuh lebih dari 20 senti ditanaman bang daun. Karena bawang daun di daerah yang say atau seperti Sukatani dan Sindangjaya biasa di Cengcem. Istilah Cengceng merupakan istilah sunda yang kurang lebih di bahasa Indonesia bisa disebut juga tahan. Jadi bawang daun bisa ditahan alias ditahan untuk tidak dijual dulu. Apalagi ketika harganya kurang bagus. 

nyengceum tidak menjadikan bawangnya gagal panen. Karena Bawang daun ini beda dengan brokoli dan jenis sayuran lain yang harus dipanen tepat waktu. Kalau bawang daun, saya bisa tahan sampai 10 bulan dan sebenarnya bisa lebih. Asal dirawat dengan baik, dipupuk secara teratur, disaeur (istilah sunda yang artinya menaikan atanah ke bengan secara merata dan tipis untuk menjaga akar daun bawang), jika anakannya terlalu banyak bisa dibagi dan ditanam ditempat lain, Dan tentu yang dilakukan untuk merawat bawang daunnya adalah dengan diramas (kata aktif menjadi Diramas),

Nah itulah istilah mencabut rumbut dalam budaya pertanian di Sukatani dan Sindangjaya. sangat spesisfik kan istilahnya, beda ketinggian gulmanya beda juga istilahnya. sekarang jadi tahu kenapa di awal tadi saya menyeb istilahnya spesifik.

Barangkali ada yang bertanya kenapa dua tempat tersebut yang disebut, pertama karena saya bertani didaerah tersebut dan yang kedua daerah tersebut dua desa yang bertenggaan, Uniknya ada satu kampung yang wilayahnya terbagi di dua desa, nah itulah kampung saya. Nah sampai sini dulu teman-teman. 

0
Share

Makanan tradisional makin kesini kayaknya makin cukup sulit saja untuk di temukan. Surabi dan Getuk diantaranya adalah makanan tradisional yang menurut saya cukup sulit ditemukan. Mungkin hanya beberapa daerah tertentu saja bisa ditemukan makanan ini.

Surabi di beberapa daerah biasanya banyak varian rasanya. Contohnya ada surabi oncom dan masih ada surabi lainnya yang saat ini di variasikan dengan gay ajaman sekarang. Tapi surabi yang biasa saya cari itu surabi yang sederhana saja, surabi tanpa campuran kelapa di adonannya. Nah biasanya surabi yang macam seperti ini disajikan dengan gula merah yang sudah di cairkan atau daam bahasa sunda di sebut peet.

Getuk, atau orang sunda menyebutnya gegetuk. Terbuat dari singkong yang di tumbuh dicampur dengan gula merah. Gula merahnya bisa pakai ula aren ataupun gula kelapa. Biasanya setelah ditumbuh dipipihkan lalu dipotong-potong ditaburi kelapa. Dulu kalau mau makanan ini bisa cari di si amang yang dagang bajigur. Tapi sekarang ini pedagang bajigur pun cukup langka. Biasanya kalau misalkan di kebun pas agi panen singkong, orang rumah biasa membuatnya di rumah. 

Nah sekarang saya bisa menemukan makanan surabi dan getuk ini di Cipanas. Tidak hanya Surabi dan Getuk saja yang bisa saya temukan. Tapi juga jajanan tradisional lainnya yang nama-namnya saya pun lupa. 

Nah jika kamu mencari jajanan tradisioal surabi dan getuk serta teman-temannya, kamu bisa temukan di Gang Mesjid Assaidiyah. Nah di sana biasanya ada bapak yang jualan Surabi, Getuk dan kawan-kawannya. Bapaknya biasa buka sekitar jam setengah dua siang sampai dengan sore hari. Jadi kamu bisa datang antara jam itu. 

Untuk harganya murah meriah layaknya jajanan tradisional. sepuluh ribu pun sudah bisa dapat surabi dan getuk lebih dari cukup. Jika penasaran langsung datang saja ke tempat jualan sibapaknya, gang mesjid Assaidiyah


0
Share
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

Postingan Populer

  • Dodongkal; Sensasi Pulennya Sampeu dan Manisnya Gula Kawung
    Di kelas biasanya saya membahas hal - hal ringan disela-sela pembelajaran. Salah satu yang dibahas yaitu bagaimana kejayaan makanan tra...
  • 4 Bakso Populer di Cipanas
    Meskipun kini sudah ada makanan yang booming seperti seblak tapi tak lantas begitu saja mengalahkan eksistensi bakso di hati para penggem...
  • Rumah Risol Cipanas, Bukan Sekedar Risol
    Nah ini salah satu pilihan tujuan kuliner di Cipanas, Rumah Risol. Pertama kali saya coba makanan di sini sebenernya bukan risolnya. Tapi Bi...
  • Sudut Kota Cipanas Tahun 2013
    Cipanas, Cianjur - Jawa Barat, semenjak dari dulu jaman Willem Baron Van Imhof atau bahkan sebelum Belanda menginjakan kakinya pun sampai se...
  • 4 Titik Macet di Sekitaran Cipanas
    Jakarta merupakan salah satu kota di Indonesia dengan tingkat kemacetan yang parah, kota lain yang juga sering kali macet yaitu kota Bogo...

Categories

Kuliner Cipanas Cipanasline Cianjur Puncak Inspirasi Locastories Lokal Adventure Kopi Kreasi Liburan Produk Lokal Travel Artch Bogor Brodo Eral Vittori Gunung Gede Kahf Laluasa Coffee and Eatery Nusantara Sate Sunda The Homemade Food The Nice Funtastic Park
Copyright © 2015 hallocal

Created By ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates